Jika Islam di ibaratkan sebuah rumah, maka untuk masuk kedalamnya di perlukan sebuah pintu
maka pintu itu adalah Syahadatain yaitu Asyhadu Anlaa Ilaa ha Illallah. Wa asyhadu anna Muhammad
Rasulullah.. (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan Selain Allah SWT dan Aku Bersaksi bahwa Muhammad
Sebagai Rasulullah).
Syahadat ini adalah titik awal pernyataan bahwa seseorang dikatakan sebagai orang Islam. Hanya dua
Baris kalimat yang nampaknya begitu mudah untuk di ucapkan, tetapi mengandung sebuah nilai yang tidak
mudah untuk di laksanakan.
Bahkan sebelum manusia lahir ke dunia ini Allah SWT sudah mengambil sumpah kepada calon manusia
bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu satunya Tuhan manusia. Hal ini tertulis dalam Al-Qur'an
surat Al A'raaf(7) ayat 172.
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"
Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu)
agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Demikianlah Allah SWT telah mengambil sumpah calon manusia ini sebelum lahir kedunia. Namun apa yang
terjadi setelah manusia lahir kedunia? ada manusia yang masih teringat dengan sumpah nya dan ada pula
yang ingkar terhadap sumpahnya di hadapan Tuhan.
Ada yang di dalam hatinya sebetulnya mengakui sumpahnya namun karena ego dan kebodohannya hingga mereka
ingkar, dan ada juga yang benar benar mengakui sumpahnya dan mengikuti aturan yang sudah di gariskan Allah SWT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar